Tahan Imbang PSLS

Tahan Imbang PSLS

Tahan Imbang PSLS, Harimau Rawa Dilempari Botol

Tahan Imbang PSLS menuntaskan ambisi balas dendam setelah ditahan imbang Persih Tembilahan.

wisatajawa.co.id –Tahan Imbang PSLS menuntaskan ambisi balas dendam setelah ditahan imbang Persih Tembilahan, Riau, tanpa gol dalam lanjutan leg kedua kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Tunas Bangsa, Minggu (10/4).

Meski, dua peluang emas dari titik putih lewat kaki Carlos Raul Sciucatti alias Charliey dan Ari Rianto Iqbal, namun tak mampu menjebol jala lawan.

Tahan Imbang PSLS Akibatnya, suporter tuan rumah, Pasee Mania yang menempati tribune terbuka di sisi timur dan di tribune tertutup berang kepada tim Harimau Rawa yang berakhir dengan aksi pelembaran botol air mineral.

Sejak kick-off babak pertama dibunyikan wasit Novendri, asal Medan, Sumatera Utara, Laskar Pasee dimotori sang jenderal lapangan tengah Kaube Salomon, mengambil inisiatif serangan.

Charliey yang berpasangan dengan Arif Gunawan mendapat sodoran bola-bola matang dari kaki Zulkarnein dan Ari Rianto Iqbal. Namun, umpan tersebut gagal membuahkan gol.

Sebuah umpan terukur dilambungkan Ganda Syahputera melakukan penetrasi dari sisi sayap berbuah petaka bagi Persih. Pemain bawah Persih Kahudi Wahyu Widodo, tanpa sengaja menyentuh bola, sehingga Novendri langsung menghadiahkan penalti.

Sayang peluang emas di menit ke-14 itu sirna karena Raul yang dipercayakan menjadi algojo tak mampu menggetarkan jaring gawang. Bola ditendangnya melebar jauh ke tiang kanan gawang yang dikawal Agussalim.

Memanfaatkan kegagalan pemain Argentina itu, Harimau Rawa mencoba bangkit melalui Leonardo Veron berduet Gbeneme Friday. Duet asal Amerika Latin dan Afrika tersebut terbukti ampuh. Pergerakan Friday mampu mengirim bola liar ke pojok kanan gawang Muhammad Ali, kiper PSLS.

Namun, berkat kejelian wasit gol di menit ke-25 itu, sang pengadil lapangan hijau menganulir karena pemain berkulit hitam tersebut terlebih dahulu terlihat melakukan pelanggaran dengan menjatuhkan terhadap Ganda.

Skor 0-0 tersebut bertahan hingga jeda. Sementara, dari tribune aksi pelemparan botol air mineral dilakukan penonton di menit-menit akhir babak pertama.

Di babak kedua, anak-anak Petro Dolar mengepung secara frontal sektor pertahanan tamu yang digalang palang pintu Antonio Claudio dan Kahudi.

Berkat kejelian Zulkarnein yang bermain sentuhan satu dua dengan Ari Rianto, berbuah pelanggaran di kotak penalti. Zulkarnein dijatuhkan di kotak terlarang tersebut.

Ari Rianto Iqbal yang dipercayakan mengambil tendangan dua belas pas tersebut gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Bola eksekusi di menit ke-66 berhasil dimuntahkan kiper Agussalim dan hanya menghasilkan tendangan penjuru bagi harapan Laskar Pasee.

Pada menit ke-79, sentuhan manis Raul bekerja sama satu dua dengan H Nurchalis Majid mampu mengancam gawang Persih. Tendangan keras yang dilesakkan pemain tersebut membentur tiang dan tak mampu mengubah kedudukan.

Di tengah tingginya gempuran Laskar Pasee, tiba-tiba wasit Novendri harus dikejutkan dengan sikap kiper Agussalim, yang mengalami kesurupan sekitar lima menit lamanya. Namun, hingga babak kedua berakhir, skor kacamata tetap berada di papan pertandingan.

Manajer Persih Raja Arliansyah mengaku puas dengan penampilan tim besutannya dengan hanya mendulang poin satu atas PSLS. Poin tersebut berharga demi mengamankan timnya di posisi tiga dengan torehan 38 poin.

Ketika ditanyai seputar teror yang dialami pemain Persih, Raja menyebutkan pihaknya memang sudah siap dan biasa dengan teror-teror tersebut.

“Teror hal yang biasa. Kami beruntung sekali dikarenakan tidak adanya gol tercipta lewat penalti,” tuturnya.

Asisten pelatih PSLS Irmansyah menuturkan anak asuhnya sudah bermain sempurna, sekalipun hanya mampu mengamankan poin satu. “Hanya saya keberuntungan tidak di pihak. Hasil seri sudah sepantasnya melawan tim sekelas Persih.”

Lempar

Aksi pelemparan botol ke lapangan pertandingan dinilai sebagai bentuk teror sepadan dan pelampiasan sebelumnya ketika PSLS bermain di Indragiri Hilir, kandang Persih. Aksi kericuhan itu nyaris berbuntut panjang jika tidak mendapat pengamanan dari petugas.

“Persih memang pantas dilempar karena saat tim kami bermain di Stadion Beringin tidak diperlakukan sebagaimana mestinya. Jadi, sudah sepantasnya pemain-pemain tersebut kami lempar.”

“Biarkan mereka mengadu sama suporternya yang tak memiliki aturan menonton sepak bola,” ketus sejumlah penonton ketika menumpahkan kekesalannya.

Informasi dihimpun Harian Aceh, terlihat aksi pelemparan tersebut dilakukan terjadi pada menit ke-44, menjelang berakhirnya pertandingan babak pertama.

Kala itu, Pasee Mania melihat pemain Persih, hendak mengambil eksekusi pojok. Pemain itu langsung dihajar dengan botol plastik air mineral. Alhasil, petugas keamanan yang mengelilingi lapangan pertandingan harus bekerja ekstra siaga.

Lemparan itu mendapat sambutan dari penonton memadati tribune tertutup, persisnya di belakang meja panitia penyelenggara. Sampai-sampai puncaknya ketika pemain tamu menuju lorong ruang ganti, juga dihujani bertubi-tubi botol-botol tersebut.

Kondisi yang nyaris fatal ini tak mengganggu jalannya pertandingan. Sebab, sasaran penonton hanya kepada pemain Persih yang se

lalu bertingkah over acting, kerap mengulur waktu merebahkan diri di lapangan. Hal

Pengawas Pertandingan PSSI Surya Bakhti mengatakan, pihaknya melaporkan aksi kericuhan ringan tersebut ke Badan Liga Indonesia (BLI).

“Jika terbukti berat tentunya akan dikenakan saksi denda sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, aksi ini masih di ambang keributan ringan. Semuanya bisa dikendalikan. Saya rasa tidak ada masalah yang perlu dirisaukan,” pungkas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *