Pasar Mobil Thailand

Pasar Mobil Thailand

Pasar Mobil Thailand Bisa Tembus 2,26 Juta

 

wisatajawa.co.id-Lembaga konsultan internasional Frost & Sullivan memperkirakan pasar mobil thailand penjualan kendaraan  tumbuh 16,1% CAGR (2011-2018) mencapai 2,26 juta pada 2018, didorong oleh sentimen positif konsumen, serta ketersediaan akan varian dan model baru.

Menurut Vijayendra Rao, Research Manager – Automotive Practice, Asia Pacific, Frost & Sullivan, skema yang diterapkan pemerintah Thailand seperti skema insentif pembeli pertama dan insentif pajak untuk mobil ramah lingkungan diperkirakan akan mendorong permintaan domestik selama periode 2011-2018.

Gempa dan tsunami Jepang yang terjadi di tahun 2011 dan banjir yang terjadi di Thailand menyebabkan penurunan produksi dan mempengaruhi total penjualan kendaraan.  Namun demikian, produksi dan penjualan kemungkinan besar akan pulih tahun ini.

Truk pick-up, lanjutnya, akan tetap menjadi kendaraan terpopuler di Thailand meski pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan tahun 2011. Menurutnya, para konsumen mulai menyukai kendaraan penumpang dari model truk pick-up tradisional yang telah dikenal luas.

“Generasi muda di Thailand memilih mobil yang lebih kecil dan efisien yang juga terjangkau dan bergaya. Kebanyakan mobil-mobil ini berasal dari segmen hatchback yang dianggap sebagai kendaraan yang cepat dan sporty,” ungkap Rao.

Rao juga memaparkan bahwa meningkatnya permintaan pada segmen mobil mini terjadi berkat peluncuran Tata Nano Eropa yang bermain pada segmen tersebut.

Tahun lalu, segmen kendaraan penumpang 650 – 1500 cc mengalami kenaikan sebesar 3.9 persen y-o-y, sementara penjualan truk pick up turun sebesar 4.9 persen y-o-y.

“Toyota Motor Thailand, Honda Automobile Thailand dan Nissan Motor Thailand diperkirakan akan menjadi pemimpin pasar utama di segmen kendaraan penumpang di Thailand pada 2018,” kata Rao.

Produksi kendaraan di Thailand diprediksi tumbuh 11,9% CAGR dari 2011 hingga 2018, sementara total penjualan kendaraan akan meningkat pada 16,1% CAGR.

“Produksi kendaraan penumpang diperkirakan akan melebihi kendaraan komersial,” imbuh Rao.

Negara-negara di kawasan Asia, Timur Tengah dan Oceania, merupakan tujuan utama bagi industri otomotif Thailand. Sebanyak 73,9% dari total kendaraan yang diekspor ditujukan ke negara-negara tersebut pada tahun lalu.

Dia mengungkapkan konsumen Thailand telah semakin modern, ditandai dengan meningkatnya minat terhadap kendaraan bertransmisi otomatis dengan fitur-fitur keamanan seperti automatic brake system (ABS), dan kantong udara, serta fitur-fitur kenyamanan seperti GPS dan sistem hiburan seperti pemutar DVD dan TV.

Produsen kendaraan asing yang berbasis di Thailand, tuturnya, berencana untuk meluncurkan 40 model dan varian terbaru dalam jangka waktu pendek dan menengah, termasuk 10 hatchback dan sedan dengan skema mobil ramah lingkungan. “Peluncuran ini akan mendorong volume penjualan di pasar otomotif Thailand,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *