Investor Baterai Lithium

Investor Baterai Lithium

Investor Baterai Lithium Diundang Bangun Pabrik

 

MOBIL LISTRIK: Investor Baterai Lithium Diundang Bangun Pabrik

 

wisatajawa.co.id-Pemerintah mendorong investor baterai lithium untuk mengembangkan dengan membangun pabrik di Tanah Air guna mendukung porgram mobil listrik.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan investasi baterai lithium berbahan dasar mineral langka (rare mineral) itu sangat penting untuk mewujudkan program mobil listrik. Saat ini, program mobil listrik masih dalam tahap persiapan oleh 6 universitas, Kementerian BUMN dan Kemendiknas.

Adapun 6 perguruan tinggi itu adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Politeknik Manufaktur Bandung.

“Idealnya, kita minta investasi baterai litihium dari rare mineral itu di Indonesia,” katanya seusai buka bersama di kediaman  Menperin, Senin (30/7/2012).

Sebagai persiapan kebutuhan baterai tahan lama dengan kekuatan maksimal untuk menjalankan mobil, lanjutnya, 6 universitas lengkap dengan sejumlah kementerian sudah siap bersinergi untuk menyiapkan itu.

Namun, Hidayat masih enggan menyampaikan investor dari negara mana yang akan mendukung penyediaan baterai lithium ini. Ia pun menampik bahwa saat ini, China yang serius mengembangkan tenaga berbahan mineral alam tersebut. “Saya kira, siapa saja mampu mengembangkan baterai berteknologi tinggi itu.”

China memiliki 36% dari total cadangan mineral langka dunia. Saat ini, China sebagai pemilik dan penyuplai mineral langka itu berencana melakukan pembatasan ekspor mineral yang vital bagi produksi gadget canggih.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, kebutuhan atas mineral langka di tingkat dunia saat ini ditaksir mencapai 110.000 ton per tahun. Permintaan yang mengiringi pertumbuhan teknologi tinggi itu diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 250.000 ton pada 2015.

Mineral langka ini tersusun dari satu atau lebih unsur tanah jarang. Komponen ini sangat dibutuhkan untuk memproduksi barang terkini, seperti alkaline.

Pemerintah diketahui sedang menyiapkan mobil listrik untuk masuk skala industri. Produsen mobil listrik butuh waktu hingga dua tahun untuk mampu memproduksi mobil sebanyak 7.000 hingga 10.000 unit. “Saat ini, Kemenperin sedang menuiapkan insentif seperti mobil listrik, mobil hybrid, low cost and green car’.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *